Skip to main content

Makam Sultan Ageng Tirtayasa Cagar Budaya Indonesia

Makam Sultan Ageng Tirtayasa adalah salah satu Cagar Budaya Indonesia yang terletak di jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kampung Tirtayasa, Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten. Posisinya tidak jauh dari pasar, tepat di pinggir jalan utama.


Situs Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Kalau sepintas kita tidak akan mengetahuinya kalau di sana ada makam Pahlawan Nasional yang cukup terkenal dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari Banten. Ya, karena papan penunjuknya tidak tampak dari jarak jauh.


Makam Sultan Ageng Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Bila melihat kondisinya beberapa tahun ke belakang, akses menuju ke situs Tirtayasa sangat memprihatinkan, kotor dan banyak sampah berserakan dimana-mana, karena pada waktu itu lokasinya tepat di depan pasar Tirtayasa.

Apalagi apabila musim hujan tiba, jalan utamanya banyak yang berlubang sehingga becek dan menambah kotor dan semrawut keadaan di sekitarnya.


Pintu Gerbang Situs Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Seiring berjalannya waktu, pembangunan semakin merata ke berbagai pelosok wilayah Banten, termasuk situs Tirtayasa kondisinya sudah mulai bagus, dibawah kepemimpinan gubernur H. Wahidin Halim, situs-situs cagar budaya yang berada di provinsi Banten mulai dibenahi, termasuk situs Tirtayasa.


Makom Sultan Ageng Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Pasar Tirtayasa dipindahkan ke lokasi baru, masih di sekitar itu juga, tidak jauh dari situs Tirtayasa, tetapi tidak di depannya, jalan utama sudah diperbarui lagi dengan cor beton, sehingga kondisinya menjadi teratur dan rapi. Situs Tirtayasa pun menjadi tidak kumuh.


Makom Sultan Ageng Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Pada bagian depan tepatnya di pinggir jalan Sultan Ageng Tirtayasa sudah dipasang tulisan besar “Makom Sultan Ageng Tirtayasa”. Warnanya putih sehingga cukup jelas kelihatan dari jarak jauh. Sebagai penunjuk adanya situs bersejarah sekaligus menjadi hiasan yang indah untuk menarik minat masyarakat untuk datang mengunjunginya.

Situs Tirtayasa adalah sebuah komplek pemakaman dimana pada jaman dahulunya adalah keraton Sultan Ageng Tirtayasa, sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Banten.


Makam Sultan Ageng Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Sedangkan makam Sultan Ageng Tirtayasa berada di sebuah bangunan seperti mushola dibawah rimbunnya pohon besar yang menambah sejuk udra di sekitarnya. Posisinya berada di sebelah kiri apabila kita masuk dari gerbang utama.

Makam Sultan Ageng Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Sejarah kejayaan Kesultanan Banten sangat terkenal dalam perjuangan memperoleh kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Pada masa pemerintahannya, Sultan Ageng Tirtayasa aktif menjalin hubungan diplomatik dengan beberapa kesultanan lainnya di tanah air. Selain itu juga menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di luar wilayah nusantara seperti Arab, Turki, Inggris, Makassar, Aceh dan beberapa kerajaan lainnya.


Sultan Ageng Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Kisah kejayaan Kesultanan Banten diberikan dalam pelajaran sejarah dimulai dari Sekolah Dasar, gunanya untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak sejak dini, supaya anak-anak mempunyai semangat untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan. Juga mereka diharapkan menghargai jasa-jasa para pahlawan dengan aktif mengembangkan potensi diri untuk kemajuan bangsa dan Negara republik Indonesia.

Kisah heroik para pahlawan termasuk Sultan Ageng Tirtayasa bisa saja akan terlupakan oleh generasi penerus kita di masa yang akan datang. Bila situs-situs itu tidak dijaga dan dirawat dengan baik.


Situs Cagar Budaya Indonesia di Banten dok. Abu Haqqi

Alangkah baiknya bila di situs-situs Cagar Budaya Indonesia dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan kisah heroik pahlawan yang dijadikan sebagi situs Cagar Budaya Nasonal. Lebih menarik lagi bila ditambahkan film-film animasi yang menggambarkan sejarah situs tersebut di masa lampau. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Anak jaman sekarang tidak sama dengan anak jaman dahulu, mereka lebih menyukai konten-konten digital yang menarik dan tidak membosankan.


Situs Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Pelestarian situs Cagar Budaya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, masyarakat sekitar situs diharapkan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestariannya, karena bila tidak dirawat situs tersebut akan musnah. #Rawat_atau_Musnah itulah pilihan kita untuk melestarikan situs-situs bersejarah sebagai warisan kepada anak dan cucu kita.

Konstribusi masyarakat sekitar atau pengunjung situs itu sendiri sangat diharapkan dalam menjaga kelestarian situs cagar budaya nasional. Hindari dan larang kepada pengunjung yang mencorat-coret dinding sekitar situs, sediakan tempat sampah yang cukup dan diberikan petunjuknya yang jelas.
Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi?

Jangan sampai situs Cagar Budaya Nasional musnah tak berbekas tergerus oleh perkembangan jaman dan kondisinya kotor karena ulah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. 

Makam Sultan Ageng Tirtayasa dok. Abu Haqqi

Sangat disayangkan apabila anak dan cucu kita tidak bisa melihat bukti kejayaan perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Jadi mulai sekarang, ayo kita bersama-sama menjaga kelestarian situs-situs cagar budaya nasional sebagai bukti nyata kita dalam menghargai jasa-jasa para pahlawan.


youtube image

“Bangsa yang besar adalah Bangsa yang Menghargai jasa-jasa para Pahlawannya”

Semoga dengan adanya tulisan ini masyarakat akan tergerak untuk ikut aktif dalam melestarikan situs cagar budaya nasional. #RawatatauMusnah



#CagarBudayaIndonesia #KemendikbudxIIDN
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.


Tambahkan aplikasi Tahsin Online di smartphone tanpa install, buka Tahsin Online dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon titik 3 di pojok kanan atas pada browser, kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Tahsin Online dari layar utama smartphone Anda.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Install aplikasi Tahsin Online

Tambahkan aplikasi Tahsin Online di smartphone tanpa install, buka Tahsin Online dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Tahsin Online dari layar utama smartphone Anda.