Skip to main content

Sedekah Dongeng Keliling Nusantara


Kang Budi Pendongeng Keliling - Dongeng atau cerita rakyat yang berisikan kisah - kisah menarik dan lucu sudah mulai jarang terdengar di jaman serba digital ini. Padahal banyak sekali inspirasi dan motivasi yang bisa diambil. 

Seiring berjalannya waktu, dunia teknologi berkembang begitu pesatnya. Yang sangat terasa adalah  Informasi Teknologi. 
Informasi teknologi atau IT bisa dengan mudahnya diakses oleh siapa saja, mulai dari balita hingga orang tua bebas memilih informasi yang ada sesuka hati mereka. Dengan media ponsel pintar seperti android dan akses internet yang mudah didapatkan, setiap informasi dengan mudahnya bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja. Sehingga setiap saat kebanyakan orang disibukkan dengan gadgetnya  (ponsel) masing-masing. Interaksi sosial pun menjadi berkurang. Yang jauh terasa dekat, yang dekat terasa jauh. Itulah fenomena yang terjadi sekarang ini.

Kegelisahan melanda setiap orang tua apabila melihat fenomena ini. Kegiatan belajar anak-anakpun menjadi terganggu. Begitu pula interaksi sosial dengan teman-teman mereka. Tidak ada lagi canda riang tawa terdengar mana kala mereka asyik bermain petak umpet. Tidak terdengar lagi suara riuh rendah mereka ketika bermain tali dan permainan lainnya yang sudah tidak lagi dimainkan oleh anak-anak.
Mereka lebih asyik bermain game atau bermedia sosial dengan ponselnya masing-masing.



Kegelisahan itu dirasakan pula oleh Kang Budi. Ya dialah Kang Budi Pendongeng Keliling yang berusaha untuk mengembalikan kembali nilai-nilai luhur yang mulai dilupakan oleh anak-anak.

Pria kelahiran desa Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 1 mei 1966 ini mengabdikan sisa usianya untuk kemanfaatan ummat terutama anak-anak.
"Saya sudah cukup tua, tapi di usia tua ini saya harus tetap sehat, harus tetap produktif, harus tetap dinamis, dan harus tetap kreatif". Begitu kata Kang Budi membuka obrolannya.

Latar belakang pendidikan yang dikenyamnya tidak ada hubungannya dengan dunia seni, khususnya mendongeng. "Saya mulai mendongeng empat tahun belakagan ini. Bagi saya mendongeng sebuah keajaiaban dari Allah SWT." Kang Budi melanjutkan ceritanya.
"Tahun 2015 saya terkena stroke bagian sebelah kiri. Sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Karawaci Kota Tangerang selama lima hari. Pulang dari rumah sakit ada saudara yang memberi tahu, kalau mau sembuh bangun jam tiga malam, kemudian mandi, dilanjutkan dengan shalat  tahajud, lalu  ke mesjid untuk shalat Shubuh  berjamaah" Tambahnya sambil meneguk teh hangat yang ada di depannya.
Begitulah cara Allah untuk memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-NYA.
Kemudian Kang Budi melnjutkan ceritanya "Saya lakukan itu hampir tiga bulan. Disaat tahajud itu saya sering berdo'a kepada Allah SWT agar diberikan pekerjaan baru yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT." Katanya sambil sesekali mengusap keringat yang menetes di dahinya.



"Suatu kali di Kelurahan Sumur Pacing Kota Tangerang, ada acara kampung anak dan saya berniat meliput, karena saya juga sebagi jurnalis. Di sana saya mendongeng secara spontan. Maka sejak saat itu saya mendongeng sampai hari ini. Saya yakin Allah mengabul do'a saya." 

BUDI SABARUDIN, siapa?

Budi Sabarudin adalah seorang jurnalis dan pendogeng. Ia pernah bekerja di grup Pikiran Rakyat Bandung dan Group Jawa Pos. Selain itu pernah juga bekerja di beberapa media di Bandung dan majalah lingkungan di Jakarta.

Kini, Budi bersama kawan2nya  merintis dan mengembangkan media online, diantaranya turut mendirikan media online Bantennow.Com dan Bantensatu.co. 

Selain sebagai jurnalis senior, Budi juga menulis puisi, cerita pendek dan dongeng. Beberapa karya cerita pendeknya pernah dimuat di Pikiran Rakyat Bandung, Kompas.com, Republika, Sindo, Fajar Makassar, Bali Pos, Surya, Pedoman Rakyat, Bandung pos.

Empat tahun terakhir ini, Budi menekuni dongeng dan menggagas program Sedekah Dongeng Keliling Nusantara. Program tersebut terlebih dulu diawali di wilayah Provinsi Banten.

Program itu kemudian dilanjutkan ke Provinsi Jawa Barat (Jabar), Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Lampung.

Tahun 2018  baru lalu, Budi melakukan Roadshow Dongeng 7 Kota ke Indramayu, Cirebon, Kuningan, Brebes, Tegal, Pemalang dan Pekalongan masih dalam rangka menjalankan Sedekah Dongeng Keliling Nusantara.

September 2019 ini, Budi akan kembali mendongeng keliling nusantara. Kali ini ke Jawa Timur, Bali dan NTB. Dalam perjalanan ini, Budi akan mendongeng di delapan titik lokasi.

Selain mendongeng, Budi juga melakukan pelatihan-pelatihan mendongeng kepada Guru-guru Paud, TK dan SD.

Sebelumnya, Budi aktif sebagai dramaturg di kelompok teater Kupu-kupu Perak Kabupaten Bandung pimpinan Tatang Rusmana (kini dosen STSI Padang Panjang).


youtube image

Mengapa Sedekah Dongeng Keliling Nusantara? 

Setiap orang harus banyak memberi dan berbuat baik pada kemanusiaan dan kehidupan atas dasar kecintaan, keimanan dan ketakwaan pada Sang Maha Pencipta.

Dan manusia sebagai mahluk yang banyak dilumuri dosa suatu saat pasti mati. Karena itu, ia harus punya investasi kebaikan agar hidupannya di dunia dan akherat mendapat keberkahan.

Untuk itu, salah satu cara yang saya pilih adalah menyedekahkan dongeng ke nusantara. Mudah-mudahan Allah SWT menerima sebagai ladang amal dan pahala unggulan saya. Amin...

Terkait pendidikan, Budi lulusan STKIP Siliwangi Bandung, Progam Studi Bahasa dan Seni, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Gelar S.Pd nya diraih dengan susah payah. Selama kuliah, Budi menjadi pengamen dan pedagang koran di Kota Bandung.

Budi memiliki istri bernama Ir Teni Herdinin (alm) dan dua anak bernama  Arma Mushaf Fadillah (mahasiswa Politeknik Negeri Bandung), Fildzah Nabiila Rabbani (SMA 22 Bandung)

Moto hidup : Kalau yang kamu tekuni itu baik, melangkahlah penuh keyakinan dengan tetap bergantung kepada Allah SWT.

Adakah Tarifnya?
Kang Budi tidak mematok tarif untuk setiap kunjungannya. Sesuai dengan Judulnya yaitu Sedekah Dongeng Keliling Nusantara. Maka hal itu diserahkan kepada pihak pengundang. Sudah banyak instansi pendidikan yang mengundangnya dalam berbagai acara.
Bila ada yang mau mengundang bisa menghubungi kontak dan akun media sosialnya dibawah ini:

Facebook: Budi Sabarudin Pendongeng Keliling

Instagram: R Budi Sabarudin Pendongeng Indonesia

Hp 087883036184

Itulah sekelumit kisah tentang Kang Budi yang berusaha untuk mengembalikan nilai-nilai luhur pada anak-anak dengan Sedekah Mendongeng Keliling Nusantara.
By:
Photo
Saya seorang blogger muslim.
Info Internet Review
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.


Tambahkan aplikasi Tahsin Online di smartphone tanpa install, buka Tahsin Online dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon titik 3 di pojok kanan atas pada browser, kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Tahsin Online dari layar utama smartphone Anda.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Install aplikasi Tahsin Online

Tambahkan aplikasi Tahsin Online di smartphone tanpa install, buka Tahsin Online dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Tahsin Online dari layar utama smartphone Anda.