Skip to main content

Hukum Tajwid Al Quran Surat Al 'Alaq ayat 1-19 Lengkap dengan Penjelasannya

Tahsin Online. Membagikan uraian Hukum Tajwid Al Quran per kata yang dimulai dari Juz 30. Metode yang dibagikan adalah metode Tajwid per kata.

Pada artikel ini akan diuraikan Hukum Tajwid Surat Al 'Alaq ayat 1-19 lengkap dengan penjelasannya. Surat Al 'Alaq adalah adalah surat yang ke 96.
Hukum Tajwid surat Al 'Alaq dapat dipelajari pada uraian dibawah ini.
Hukum tajwid Qolqolah, Mad Thobi'i dan yang lainnya bisa anda pelajari dan langsung diterapkan pada ayat Al Quran.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ (١)

اِقْرَأْ

Ini adalah qolqolah sughro, karena ada huruf qolqolah yaitu qof yang disukun asli.


بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ

Disini ada 2 hukum yaitu alif lam syamsiyah karena ada alif lam dan tanda tasydid dan mad ashli karena ada huruf ya dikasroh, panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat. Sedangkan ro dibaca tafkhim/tebal karena dia berharakat fatah.

خَلَقَ


Ini adalah qolqolah kubro, karena ada huruf qolqolah yaitu qof yang disukun karena dia diwaqofkan, bunyi pantulannya lebih kuat/besar dibandingkan dengan qolqolah sughro.

خَلَقَ الْإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢)

خَلَقَ الْ

Ini adalah alif lam qomariyah, karena ada alif lam dan sukun

إِنْسَانَ


Disini ada 2 hukum, yaitu ikhfa dan mad ashli/mad thobi’i. Ikhfa   ada nun mati menghadapi huruf sin, membacanya adalah bunyi huruf nun nya samar. Mad ashli karena ada alif difatah.

مِنْ عَ

Ini adalah idzhar halqi (jelas), karena ada nun mati menghadapi huruf ‘ain. Cara membacanya bunyi nun nya jelas tidak boleh dengung. Huruf idzhar halqi ada 6 yaitu ا ح خ ع غ ه


عَلَقٍ

Ini dinamakan qolqolah kubro (besar), karena ada huruf qolqolah (qof) yang sukun karena diwaqofkan. Huruf qolqolah ada 5 yaitu 

 ب ج د ط ق


اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأكْرَمُ (٣)

اِقْرَأْ

Ini adalah qolqolah sughro, karena ada huruf qolqolah yang sukun asli, cara membacanya lebih kecil/ringan dibandingkan dengan qolqolah kubro. Sedangkan huruf ro dibaca tafkhim (tebal) karena dia berharakat fatah.

Huruf  ر   dibaca tafkhim/tebal, karena dia difatah, huruf “Ro” dibaca tafkhim/tebal apabila dia berharakat fatah atau dlommah baik ketika waqof maupu washol, juga ketika huruf “Ro” dalam keadan mati (asli) dan huruf sebelumnya berharakat fatah atau dlommah contoh  رَبَّنَا   لَا تَصْبِرُوْا   وَسَعِيْرًا  apabila huruf “Ro” mati karena dibaca waqof (sukun aridli) dan huruf sebelumnya berharakat fatah atau dlommah contoh يَرْزُقُ   وَالْفُرْقَانُ apabila huruf “Ro” mati karena dibaca waqof dan huruf sebelumnya berharakat fatah atau dlommah contoh وَالْقَمَرُ    لِلْبَشَرَ apabila huruf “Ro” mati karena dibaca waqof dan huruf sebelumnya berharakat fatah atau dlommah dan diantara huruf “Ro” mati dan huruf berharakat tersebut ada huruf mad “Alif atau Wawu” contoh اَلْاَنْهَارُ  وَالطُّوْرِ apabila huruf “Ro” mati didahului oleh huruf yang berharakat “Kasroh Aridli (kasroh tambahan dan bukan kasroh asli)” contoh اِرْتَضٰى  apabila huruf “Ro” mati dalam kalimat dan didahului oleh huruf yang berharakat kasroh asli dan sesudahnya menghadapi huruf isti’la yang berharakat selain kasroh contoh   مِرْصَادًا   فِرْقَةٍ apabila huruf “Ro” karena dibaca waqof dan huruf sebelumnya berharakat fatah atau dlommah. Kemudian dianta huruf “Ro” mati dan huruf yang berharakat itu ada huruf mati contoh وَالْعَصْرِ    وَالْفَجْرِ    خُضْرٌ


وَرَبُّكَ الْأكْرَمُ

Disini juga ada huruf ro yang dibaca tafkhim (tebal) karena berharakat fatah. Sedangkan 1 lagi adalah alif lam qomariyah. Tanda yang mudah untuk mengingatnya adalah dengan adanya alif lam dan sukun.


اَلَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤)


اَلَّذِيْ



Disini ada 2 hukum pertama alif lam syamsiyah karena ada alif lam dan tanda tasydid, kedua mad ashli karena ada huruf ya dikasroh, panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.

عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Disini ada 1 hukum yaitu alif lam qomariyah, karena ada alif lam dan sukun. Sedangkan setiap ada tanda tasydid maka membacanya seolah-olah hurufnya dobel, dengan kata lain membacanya dengan ditekan.


عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥)

عَلَّمَ الْ

Ini adalah alif lam qomariyah, karena ada alif lam dan tanda sukun.

إِنْسَانَ مَا

Disini ada 2 hukum yaitu ikhfa dan mad ashli. Ikhfa karena ada nun mati menghadapi huruf sin dan mad ashli karena ada huruf alif difatah

لَمْ يَعْلَمْ

Ini adalah idzhar syafawi, karena ada mim mati menghadapi huruf ya. Cara membacanya bunyi suara mim nya tidak boleh dengung, dengan kata lain bunyi mim nya jelas.

Di dalam hukum mim mati dibagi menjadi 3 bagian yaitu idzhar syafawi, idghom mimi dan ikhfa syafawi. Ikhfa syafawi hurufnya ada 1 yaitu Ba, idghom mimi juga hurufnya 1 yaitu Mim, sedangkan idzhar syafawi hurufnya adalah selain Mim dan Ba.


كَلَّاۤ إِنَّ الْإنْسَانَ لَيَطْغٰى (٦)


كَلَّاۤ إِ

Ini adalah mad jaiz munfashil, karena ada mad ashli menghadapi hamzah pada kata yang lain. Panjangnya bisa 2, 4 atau 5 harakat


إِنَّ

Ini dinamakan gunnah atau wajibul gunnah, karena ada huruf nun ditasydid, cara membacanya adalah dengan didengungkan kira-kira 2-3 harakat. Huruf gunnah ada 2 yaitu mim dan nun yang dutasydid.


الْإنْسَانَ

Disini ada 3 hukum, yaitu alif lam qomariyah, ikhfa dan mad ashli. Alif lam qomariyah karena ada alif lam dan sukun, ikhfa karena ada nun mati menghadapi huruf ikhfa yaitu sin, sedangkan mad ashli karena ada alif difatah, panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.


لَيَطْغٰى

Disini ada 2 hukum, yaitu qolqolah sughro dan mad ashli. Disebut qolqolah sughro karena ada huruf qolqolah (tho) yang disukun asli. Dan mad ashli karena ada fatah berdiri, panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.

أَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى (٧)

أَنْ رَّ

Ini adalah idghom bila gunnah (tidak dengan dengung), karena ada nun mati menghadapi huruf Ro. Huruf idghom bila gunnah ada 2 yaitu lam dan ro.

رَّاٰهُ

Ini dinamakan mad badal (pengganti), karena ada huruf alif berharakat fatah berdiri, panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat. Khusus untuk alif kalau dia berharakat fatah atau kasroh berdiri maka dinamakan mad badal.

اسْتَغْنٰى

Ini adalah mad ashli, karena ada fatah berdiri dan membacanya dengan dipanjangkan 1 alif atau 2 harakat.

إِنَّ إِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰى (٨)

إِنَّ

Ini adalah gunnah/wajibul gunnah, karena ada huruf nun ditasydid, cara membacanya adalah dengan didengungkan kira-kira 2-3 harakat. Huufnya ada 2 yaitu mim dan nun apabila ditasydid.

إِلٰى

Ini dinamakan mad ashli, karena ada fatah berdiri. Panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.

رَبِّكَ الرُّ

Disini ada 2 hukum yaitu hukum membaca ro yang dibaca tafkhim(tebal) karena berharakat fatah, dan alif lam syamsiyah karena ada alif lam dan tanda tasydid.

رُجْعٰى

Disini ada 2 hukum, yaitu qolqolah sughro dan mad ashli. Dinamakan qolqolah sughro, karena ada huruf qolqolah (jim) yang disukun asli. Disebut mad ashli karena ada fatah berdiri dan membacanya dipanjangkan 1 alif atau 2 harakat.

أَرَأَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰى (٩)

أَرَ

Ro disini dibaca tafkhim (tebal) karena berharakat fatah.

أَيْتَ

Ini adalah huruf lin/harfu lain/haraf lin, karena ada huruf ya yang disukun oleh huruf yang berharakat fatah. Hurufnya ada 2 yaitu wawu dan ya.

تَ الَّذِيْ

Disini ada 2 hukum, yaitu alif lam syamsiyah karena ada alif lam dan tasydid, serta mad ashli/mad thobi’i karena ada huruf ya dikasroh dan membacanya dipanjangkan 1 alif atau 2 harakat.

يَنْهٰى

Disini ada 2 hukum, yaitu idzhar halqi dan mad ashli. Dinamakan idzhar halqi karena ada nun mati menghadapi salah 1 huruf idzhar halqi (halqi/halaq=tenggorokan) yaitu HA. Cara membacanya huruf nun nya dibaca jelas tidak boleh dengung. Dinamakan mad ashli karena ada fatah berdiri, cara membacanya dengan dipanjangkan 1 alif atau 2 harakat.

عَبْدًا إِذَا صَلّٰى (١٠)

عَبْ

Ini adalah qolqolah sughro, karena ada huruf qolqolah (ba) yang disukun asli.


دًا إِ

Ini adalah idzhar halqi, karena ada tanwin menghadapi hamzah.

إِذَا صَلّٰى

Ini adalah mad ashli/mad thobi’i, karena ada alif difatah dan fatah berdiri. Panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.

أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰى (١١)

أَرَأَيْتَ

Huruf ro disini dibaca tafkhim/tebal, karena berharakat fatah. Dan ya disukun oleh huruf yang berharakat fatah dinamakan huruf lin.

إِنْ كَانَ

Disini ada 2 hukum, pertama ikhfa kedua mad ashli. Dinamakan ikhfa karena ada nun mati menghadapi huruf ikhfa yaitu kaf, cara membacanya adalah bunyi nun nya disamarkan. Disebut mad ashli, karena ada alif difatah dan panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.

عَلَى الْهُدٰى

Disini juga ada 2 hukum yaitu alif lam qomariyah dan mad ashli. Alif lam qomariyah karena ada alif lam dan tanda sukun. Mad ashli karena ada fatah berdiri, dibaca dengan panjang 2 harakat atau 1 alif.



أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوٰى (١٢)

أَوْ أَمَرَ

Disini ada 2 hukum yaitu huruf lin dan ro yang dibaca tafkhim. Dinamakan huruf link arena ada wawu yang disukun oleh huruf yang berharakat fatah, dan ro dibaca tafkhim/ tebal karena berharakat fatah.


بِالتَّقْوٰى


Disini juga ada 2 hukum, yaitu alif lam syamsiyah dan mad ashli. Dinamakan alif lam syamsiyah, karena ada alif lam dan tasydid, dinamakan mad ashli karena ada fatah berdiri.

أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى (١٣)

أَرَأَيْتَ

Disini ada 2 hukum, yaitu ro yang dibaca tafkhim dan huruf lin karena ada huruf ya yang disukun oleh huruf yang berharakat fatah.

إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى

Disini juga ada 2 hukum yaitu ikhfa, karena ada nun mati menghadapi huruf kaf, dan mad ashli karena ada fatah berdiri. Sedangkan huruf yang bertasydid dibaca dobel (membacanya dengan penekanan)


أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللّٰهَ يَرٰى (١٤)

أَلَمْ يَعْ

Ini adalah idzhar syafawi, karena ada mim mati menghadapi huruf ya, sesuai dengan namanya, idzhar itu artinya jelas. Maka membacanya huruf mim nya dibaca jelas atau tidak boleh dengung.

يَعْلَمْ بِ

Ini adalah ikhfa syafawi, karena ada mim mati menghadapi huruf ba, membacanya adalah huruf mim nya didengungkan kira-kira 2-3 harakat.

بِأَنَّ اللّٰهَ

Disini ada 2 hukum, yaitu gunnah karena ada huruf nun ditasydid, dan tafkhim karena ada lafadz ALLAH didahului oleh fatah.

يَرٰى

Ini adalah mad ashli, karena ada fatah berdiri. Dan huruf ro dibaca tafkhim (tebal) karena berharakat fatah.


كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ (١٥)

كَلَّا

Ini adalah mad ashli, karena ada alif difatah. Panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.

لَئِنْ لَّمْ

Ini adalah idghom bila gunnah (tidak dengung), karena ada nun mati menghadapi huruf lam, huruf idghom bila gunnah ada 2 yaitu lam dan ro.

 لَّمْ يَ

Ini adalah idzhar syafawi, karena ada mim mati menghadapi huruf ya, membacanya huruf mim nya tidak boleh dengung.

يَنْتَهِ

Ini adalah ikhfa, karena ada nun mati menghadapi huruf ta. Membacanya huruf mim nya disamarkan.

لَنَسْفَعًا بِ

Ini adalah iqlab, karena ada tanwin menghadapi huruf ba, cara membacanya bunyi “n” nya berubah menjadi “m”, biasanya di dalam mushaf Al Quran ditandai dengan huruf mim kecil diatas huruf ba nya. Huruf iqlab ada 1 yaitu ba.

بِالنَّاصِيَةِ

Disini ada 3 hukum yaitu alif lam syamsiyah, gunnah dan mad ashli. Alif lam syamsiyah karena ada alif lam dan tasydid, gunnah karena ada nun ditasydid, dan mad ashli karena ada alif difatah. Sedangkan Ta marbutoh bila waqof berubah menjadi ha.


نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ (١٦)

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ

Disini ada 2 hukum, yaitu mad ashli dan ikhfa. Mad ashli karena ada alif difatah, dan ikhfa karena ada tanwin menghadapi huruf kaf.

ذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

Disini ada 2 hukum, yaitu idzhar halqi dan mad ashli. Idzhar halqi karena ada tanwin menghadapi huruf Kho. Mad ashli karena ada alif difatah dan panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat.


فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗ (١٧)

فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗ

Disini ada 2 hukum, yaitu qolqolah sughro dan mad ashli. Dinamakan qolqolah sughro, karena ada huruf dal yang disukun asli. Dan mad ashli karena ada alif difatah, panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat. Sedangkan dlommah terbalik di atas huruf Ha bila waqof bukan mad. Sedangkan bila diwashol dia disebut mad shilah qoshiroh, karena ada dlommah terbalik dan di depannya tidak ada huruf hamzah.


سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ (١٨)

سَنَدْ

Ini adalah qolqolah sughro, karena ada huruf dal yang disukun asli.


عُ الزَّبَانِيَةَ

Disini ada 2 hukum, yaitu alif lam syamsiyah dan mad ashli. Dinamakan alif lam syamsiyah karena ada alif lam dan tasydid, sedangkan mad ashli karena ada alif difatah, panjangnya adalah 1  alif atau 2 harakat.


كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ (١٩)

كَلَّا لَا تُطِعْهُ

Disini Cuma ada 1 hukum, yaitu mad ashli karena ada alif difatah, panjangnya adalah 2 harakat atau 1 alif.


وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ


Disini juga ada 1 hukum, yaitu qolqolah sughro, karena ada 3 huruf qolqolah yaitu dal qof dan ba yang disukun asli.
Demikianlah uraian singkat dari Tahsin Online mengenai hukum tajwid surat Al ‘Alaq ayat 1-19 lengkap dengan penjelasannya, semoga bermanfaat bagi yang membacanya.



Wassalam.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.


Tambahkan aplikasi Tahsin Online di smartphone tanpa install, buka Tahsin Online dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon titik 3 di pojok kanan atas pada browser, kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Tahsin Online dari layar utama smartphone Anda.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Install aplikasi Tahsin Online

Tambahkan aplikasi Tahsin Online di smartphone tanpa install, buka Tahsin Online dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Tahsin Online dari layar utama smartphone Anda.